Search This Blog


Trilogi Schoolaholic Princess: The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta
Lilypie Next Birthday Ticker

Tuesday, July 6, 2010

Proses Penerbitan - kenapa aku rela byk typo di MD

FYI, my first full-time job in Singapore was being an in-house editor for a scientific publisher. Ya, jadi editor buat penerbit yang bukunya berat - S1 ke atas - kedokteran, teknik, bisnis, ekonomi - buku-buku dan jurnal-jurnal ilmiah. Jadi kurang lebihnya, Yunisa paham banget suka duka melahirkan sebuah buku.

Dari penulis, biasanya penerbit terima MS Word (yeah, Micro$oft is the richest software company because PC occupies 90% of the market?). Padahal buat dijadiin buku, gak bisa tuh dicetak dari MS Word. Dulu, ya zaman dulu, software terbaik buat cetak massal adalah Latext - tapi ini berarti kita butuh typesetter (yakni tukang ketik di Latext). Latext ini bisa dipakai banyak bahasa (dulu kantor tempatku kerja ada divisi Chinese language). Tapi untuk pemenggalan kata, si typesetter harus secara manual melakukannya! Jadi kadang typesetter terpaksa buka kamus sendiri, karena 1 editor pegang banyak banget proyek.

Aku gak tau GPU, Andi, Cupid, atau Theriza dulu itu pake software apa. Yang jelas, the file was converted (or sometimes retyped from MS Word).

Kalau ukuran buku diganti, Latext diganti lagi! Selesai dari Latext, editor dan asisten harus periksa (edit dan proofread) sampai 3-4 kali setelah diLatex-kan.

Terus masalah cover. Yang mendesain emang tim artistik (Art Department). Tapi editor harus dapet ACC (approval) from so many people - dari sales, marketing, promotion, author, bos art department... sampe GM!!! (tergantung oplah/print run buku, rencana pemasaran, dan sifat bos). Salah satu gak setuju, harus desain ulang. Benar-benar boros waktu, uang, tenaga. Terus soal database gambar - kalau pengarang tidak punya foto buat bahan cover, penerbit harus menggali database yang ada (semua sangat bule-oriented, misal: Getty Images, karena tidak ada penyedia layanan database gambar di Asia - let alone in Indonesia). Dan berlangganan database itu tidak murah lho.

Oh ya kalau hardcover lebih gila lagi, ukuran jacket, spine mau ditulisi apa, cover asli (tanpa jaket) mau dibuat gimana (paling mahal kalau juga dicetaki seperti jaket lagi, ini kebanyakan buat pasar Eropa).  

Nah, ketebalan buku bisa diubah di sini - lagi2 Latext! dan tim artistik harus ngitung "spine", jumlah halaman (kalo aku gak salah inget, kelipatan 4 atau ditambah 4 gitu dari halaman judul) biar bisa dijahit. Mesti perhatian dengan margin (batas) - atas bawah, kanan kiri. Pernah ada kasus batas terlalu mepet, editor yang bersangkutan disuruh bayar biaya cetak baru dengan margin yang benar!!!

Abis itu ngecek blueprint (beneran biru ungu warnanya buku) - last chance buat perbaikan, biasanya cuma ada waktu 1 hari sebelum printer cetak massal.

Nah, Editor yang baik itu dimulai dari nol - awalnya pasti banyak kekurangan juga dalam melakukan "pemanasan"... Tapi ingat, si Editor baru itu sudah lolos seleksi dan ujian tim penerbit (aku dulu juga ujian macem2  sebelum masuk my first job). Yang paling penting dari Editor itu logika harus jalan. (Apalagi dulu buku yang kuedit itu santapan para Master dan Doktor). Peer review - jadi sesama pakar - sangat diandalkan juga dalam proses pemeriksaan logika.

Psst, aku pernah terang-terangan spot logic error dari Juara 1 Lomba Cerber Femina (dimuat lho kritikanku): timeline pemakaian SMS. Kalau background tahun 90an (sampai 1999), mana ada orang pakai SMS :P Zaman itu yang ngetren: pager. Juara 1 kok kesalahannya fatal sekali, Editor / Juri ngantuk itu... :D

My point is, if you want to criticize MD instead of criticizing the cover, please try to do some logic check. Did I make any miscalculation? Nah, my 2 editors sudah menyuruh saya mengganti beberapa adegan karena mereka pikir agak tidak masuk akal, misal: kalau orang habis terkena serangan jantung bisa interogasi anaknya kok bisa CPR. Jadi yang menginterogasi diganti ibunya :P

If you, yourself are not "qualified" to be an editor in a big company
If you, yourself have not managed to sell your manuscript to a big publisher
Ask yourself first: what can I say to give a positive contribution to this book / writer / process?
Misal aja nih, kamu jago banget soal ejaan. You can offer a service - OK, Yunisa, aku mau loh bantuin periksa 2nd proof Latex atau 3rd proof Latex dari tim editorial sebelum turun cetak... Nah, siapa tau aku justru bisa bantuin kamu dapet kerjaan sampingan berduit dari penerbit gede?

Atau kamu jago fotografi dan punya banyak koleksi foto yang menurutmu lebih cocok buat cover novel ini daripada punya GPU. Well, you can tell and show me your suggestion, ntar pasti kusampaikan tim artistik. Siapa tahu kamu malah disewa jadi freelance cover desaigner juga!

It's all back in your attitude :) Jangan tong kosong nyaring bunyinya. Kalau tidak punya saran perbaikan, diam adalah emas.

No comments:

...........................................................................................
Memory & Destiny Hak cipta © 2010-2012 oleh Yunisa. Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang.

Copyright © 2010-2012 by Yunisa. All rights reserved.
...........................................................................................