Search This Blog


Trilogi Schoolaholic Princess: The Miracle Boys, Romansa Singapura, Simfoni Cinta
Lilypie Next Birthday Ticker

Monday, July 5, 2010

Lagi, kenapa MD (atau novel-novelku) perlu otak prima untuk mencerna

OK, Goodreads discussion is basically trashing me, simply because I am honest with my statement: you need a good brain to digest my novels.  OK, kamu merasa dirimu pintar. Tanyalah pada diri sendiri, apakah kamu pintar tipe A atau tipe B? Baca di sini :)

Saya diskriminatif soal otak
Beneran kok. Bisa dibilang Yunisa itu diskriminatif dalam hal otak. Salah satu kelemahanku sebagai pribadi (manusia), I just can't stand people who can't connect with me in think-tank. Dulu pas sekolah / kuliah, memang aku populer, semua orang kenal (sampai sekarang sering malu karena gak inget sama bekas teman sekolah), tapi seharusnya orang tanya dong ke Yunisa: Siapakah yang Yunisa kenal? Ada 2 kategori: teman sekelas atau sesama ranking satu. Dalam istilah StrengthsFinder di Gallup, karakter ini bisa dilihat secara positif - Maximizer. It means I click best with people whom in my opinion, already having the great potential, they want to be GREATER. Lawan Maximizer adalah Developer, yakni kategori orang sabar yang sangat bahagia jika dia bisa bikin orang dengan kemampuan pas-pasan menjadi lumayan.

Sorry, I am a Maximizer. I just don't have the patience if you don't click with my brain! Tapi secara umum, Yunisa adalah orang yang menyenangkan karena "gampang nyambung" sama semua orang, semua topik. It has been an endless debate with my parents because I told them, I need a husband whom I can converse as an equal, otherwise, I will suffer!

Kemampuan baca
Banyak banget pembaca yang baca berkali-kali novelku - sejak novel pertama - sampai Schoolaholic. Alasan mereka baca? Semakin dibaca ulang, kesannya jadi beda. Banyak yang bilang: kecanduan :P Atau jawaban populer ini: "Novel mbak Yunisa selalu membangkitkan semangatku setiap kali aku merasa down." Atau ada lagi yang dendam kesumat: "Aku masih penasaran, kenapa kamu bikin ending-nya begitu!!!" (kasus novel kedua)

Let me put it this way, siapa yang pernah baca novel asli (bukan terjemahan) karya Jane Austen, dari yang paling bagus: Pride and Prejudice sampai yang belum kelar seperti The Watsons? Well, aku udah baca 50% karya Jane Austen (masih ngutang Emma, Sandition). Aku tahu pasti, banyak novelis Indonesia (yang jauh lebih tenar daripada Yunisa), mengaku terus terang, tidak kuat baca Jane Austen, padahal dia juga tinggal di LN (ikut suami) - tiap hari berbahasa Inggris! Well, I think I can bear with Jane Austen - walau so far favoritku masih Pride and Prejudice. Kenapa? Karena kerjaanku tiap hari BACA DUA BAHASA. Seriously, I am paid to read and review two languages, everyday.

I read more English than Indonesian. This is a fact. Jangan harap Yunisa bisa menyusun kalimat Bahasa Indonesia yang pendek dan sederhana seperti anak SD. Perhatikan saja, semua novelku pasti ada informasi / pelajaran (kayak sekolahan aja). Pakai logika aja deh, kalau otakmu lagi hang, boro-boro bisa "menangkap informasi", lah wong baca kalimatku (yang kayak buku terjemahan - mengutip Meiske) aja, kamu udah puyeng duluan.

Faktor intrinsik
Apa yang menarik dari Jane Austen? Pemikirannya yang maju, pengamatan cermat tentang posisi wanita di zamannya, pelajaran moral tentang perilaku manusia (Human Behaviour), dan nilai-nilai intrinsik lainnya. Something that is not visible unless you digest the ancient-difficult-handsome English language.

Apa yang menarik dari novel2 Yunisa? Same thing as Jane Austen. I believe - yes I have faith in myself that in 50 years or more, my novels are still valid - all the values and lessons inside. Ya, 50 tahun lagi atau bahkan berabad-abad lagi, Yunisa yakin (100%) bahwa nilai-nilai, pelajaran, pengamatan yang dituangkan ke dalam SEMUA novelku masih membuat orang berpikir: Astaga-naga, ternyata Yunisa, tahun 2006-dst udah memikirkan dan mengamati hal yang sama! :D

Oh yes, and I hate Dan Brown. I really have a strong sense of like and dislike and I don't give a damn to those people who are (obviously) "trashing" me for their own reasons, including jealousy. (Jadi teringat insiden di KoKi, yang sampai Ki Ageng - the most gentle, most clear-headed doctor - jadi sewot hehe...)
-Thanks SD for spotting my grammatical error. 

No comments:

...........................................................................................
Memory & Destiny Hak cipta © 2010-2012 oleh Yunisa. Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang.

Copyright © 2010-2012 by Yunisa. All rights reserved.
...........................................................................................