Puji Tuhan, semalem revisi Obsesi dan Deja vu telah selesai. (Setelah lelet banget akibat Cupertino projects n tepar setelah kerja keras di kantor). Cupertino kemarin juga udah booking Yunisa sampai awal Des, starting this weekend... Daripada dihantui rasa bersalah (nulis/revisi novel itu hobi, bukan mata pencaharian), Yunisa berkata pada diri sendiri: cepet rampungin Olivia!!!
Total tambah sekitar 70 halaman dari draf pertama yang dibaca tim editor. Yunisa memotong banyak adegan Maroon-Donald biar ada ruang buat adegan David-Olivia dan "emosi-emosian" yang diminta tim editor. Moga2 tim editor dan pembaca suka. Lotsa cat fights, arguments, and dialog mesra (kesukaan tim editor).
Adik2 bahkan tidak membaca major revision ini. Komentar Riana: "wah berarti banyak yang baru" --> biar dia semangat baca bukunya kalau udah terbit. Kasian lho jadi adik2ku, selalu kupaksa baca naskah sebelum dikirim ke penerbit HEHEHE. Begitu bukunya terbit, walau sudah diedit, mereka sering bilang: rasanya gak banyak yang berubah... So for this one, I hope they will feel the major changes I made!
Seperti biasa, Yunisa sengaja memasukkan banyak humor sindiran (entah pembaca sadar atau tidak) di dalam naskah (cross finger, gak kena babat gunting sensor editorial). Well, I think masih banyak typo (semoga tim editor menangkap sebanyak-banyaknya) karena Yunisa merevisinya di 3 komputer kerja (desktop kantor, laptop Toshiba kuno, dan Macbook), in which I did not change the default language, i.e. English. Dan kondisi badan tepar sebulan ini sangat memengaruhi keakuratan kemampuan mengetik. Jemmy pernah bilang caraku ngetik gak sistematis, kayak Andy Kurnia -- but I don't have their 120 wpm speed. Jadi kalo posisi jari meleset, I will lose my control on which key is which letter. Terus kalau udah capek banget itu, rasanya aku juga kena disleksia deh, nulis/ngomong hurufnya jadi kebalik2...
Oh ya malam2, Yunisa juga sudah men-twitter para editor senior yang membaca draf pertama. Dan dijawab begini: "akhirnya" selesai juga hehehe :D
Berdasarkan estimasi Yunisa, mungkin Obsesi dan Deja vu ini akan terbit awal tahun 2011 (tidak jadi akhir tahun ini - maaf bagi yang sudah menunggu, ini salah penulis yang lambat revisinya).
Salam sabar subur. Trust me, it is worth it!
With love from Singapore,
Yunisa



No comments:
Post a Comment