I have to admit that I am jammed. Istilah di perusahaan Amrik: I have no bandwidth.
Catatan revisi dari tim editor sudah datang 2 minggu yang lalu. Pertama kupikir, oh, sure, I can totally finish my revision during the weekend. We know what we want. Perlu diubah di bagian mana, ditambah apa lagi... (>50 halaman kira-kira)
But guess what? My dollar-paying projects come in bulk. $_$
Yunisa tepar
Bolak-balik switching mode dari full-time Research Editor ke night/morning/weekend Localizer cum Reviewer (bug finder) itu benar-benar membuat saya tepar hehehe. (Pertama kali mengakui bahwa sesehat-sehatnya badan, tetap punya limit juga). Pikiran juga tersedot ke "proyek berdolar", tiap buka file naskah, perasaan tidak tenang, merasa dikejar-kejar proyek Silicon Valley itu.
Oh ya, tanpa izin editor, saya sudah memangkas banyak adegan (milik Donald-Maroon, kecuali "adegan terfavorit tim editor"). Mengapa? Biar bisa fokus ke adegan baru untuk Olivia dan David :D
Novels in plan (sebagian sudah diincar penerbit)
Adegan yang saya sensor tanpa izin akan digunakan untuk novel (dewasa) yang belum kelar. Ada 2 serial lain (lebih dari 3 buku) --> ini pelampiasan opini setelah mengamati cewek2 yang asal menikah tanpa tau what to do after they get married. Come on! Be productive!
-trilogi Peony (Cina banget - serasa menulis buat ortu dan temen2nya)
-Naskah petualangan anak ajaib (bakal berseri juga)
-Novel remaja dengan gambar anime (ini utang bertahun-tahun - moga2 reviewer yang sudah ku-booking nggak ngambek pas naskah kelar)
Meanwhile, I need to stay focused. Ayo, lanjutkan revisi Obsesi dan Deja vu! Ganbatte ne!
Salam dari Yunisa, jagonya nyambi (mirip KFC jagonya ayam)



3 comments:
hahaha nice posting :)
ayo Yun, ganbatte :) aku pom2 dari sini ya
moga2 semua rencanamu terkabul :)
Thanks, Rin. Soalnya ada pembaca yang sudah meng-Google "Obsesi dan Deja vu". LOL. Kalau aku bilangin kudu sabar subur, lama2 bisa ngambek deh pembaca2 yang setia itu...
nice post..!
Post a Comment